Taman Penginspirasi
Ini adalah kumpulan kisah dari sepenggal kehidupan ku. Tapi bukan kisah tentangku. Tiga tahun ku di Cendekia, membuat ku menemukan banyak tokoh penginspirasi, karena pengalaman hidup mereka atau karena sifat dan sikap mereka.
Sebenarnya ini adalah kisah inspiratif kedua yang ku tulis, yang pertama ku buat itu, sang penginspirasinya belum menemukan akhir kisahnya, sehingga sulit untuk menemukan ending nya. Jadi kumpulan kisah inilah yang ku jadikan kisah inspiratif ku yang kedua.
Mungkin untuk kisah pembuka, akan sedikit ku ceritakan tentang senior ku, senior yang selalu memotivasiku dan tetap peduli dengan Cendekia walau sudah tak disini lagi. Saat di Cendekia, tindakannya penuh perhatian dan keiklashan. Seorang yang humoris dan tak pernah pandang bulu saat berteman, baik adik kelas atau pun kakak kelas. Sikap supelnya itu membuat ia akrab dengan berbagai orang. Ia tak pernah mengeluh mengayomi siswa - siswi di sekolah ini, walaupun prestasinya sempat anjlok karena hal itu. Tapi, lihat, kini ia dapatkan apa yang sepantasnya ia dapatkan dari keikhlasan dan sikap pedulinya.
Lain hal nya dengan seniorku yang lain, dari ceritanya tentang SNMPTN 2013 lalu, ia merasa orang – orang meremehkannya, atas nilai yang ia dapati yang katanya tak sesuai saat di SNMPTN-nya. (baca: PDSS) dengan perjuangannya yang sebenarnya. Tapi, Ia berjuang keras untuk membuktikan diri bahwa ia pantas. Lihat, ia dapatkan apa yang ia inginkan, bahkan hal yang orang banyak inginkan, kini terbungkam sudah mulut orang – orang yang sempat meremehkannya
Lalu, apa balasan dari sikap rendah hati bak padi yang kian berisi kian merunduk.? Ia dapatkan banyak kebahagiaan yang benar – benar diinginkan oleh setiap orang. Karena sikapnya tak pernah sombong, atas segudang prestasi yang ia dapatkan. Selalu berbagi atas apa yang bisa ia bagi, pengalamannya, kunci suksesnya. Dan bayangkan ia lulus di dua Universitas yang terkenal. Kini, ia ditempatkan di tempat yang sangat membuat hati iri.
Masih banyak lagi kisah lainnya, tapi mungkin hanya ini saja yang ku ceritakan di awal ini. Aku akan bercerita tentang Taman Penginspirasi. Mengapa judul ini taman penginspirasi? Kalau diibaratkan, taman itu adalah Cendekia, di taman ini ada lumut. Lumut itu kecil bahkan terkadang jadi bagian yang tak dianggap, tapi di masa lampau, lumut adalah tanaman perintis, ia kuat dan tangguh. Mampu bertahan pada cuaca dan suasana yang ekstrim. Begitulah di cendekia, penuh dengan orang orang kuat dan tangguh, yang mungkin kalau dilihat sekilas, sekarang, belum bisa menghasilkan sesuatu yang cukup berarti untuk bangsa dan agamanya, tapi kelak, mereka akan menjadi bagian penting dari pembangunan dan kemajuan dunia. Aku percaya itu.
Cukup sampai disitu, didalam kisah ini lah akan ku ceritakan beberapa orang tangguh nan luar biasa di cendekia, mengapa sebagian? Karena orang orang itu benar benar sangat menginspirasi saya, dan karena di sini semua orang – orangnya luar biasa, saya takut kertas ini tak akan bisa menguraikan kisah – kisah mereka satu persatu.
Maaf jikalau cerita ini tak terfokus kepada satu orang, karena jujur, sangat sulit untuk menentukan siapa orang yang benar – benar menginspirasi. Semua orang yang ku temui disini punya kisah luar biasa. Jadi, akan sedikit ku ceritakan orang – orang yang ku ketahui kisah hidupnya yang mampu menginspirasi kita semua.
Sebelumnya, mungkin yang kita tahu dari seseorang hanyalah gambaran luar kehidupannya, tak pernah tau bagaimana perjuangan ia sebenarnya. Tapi menurut saya, cukup mengetahui sifat dan sikap baiknya untuk mencapai keberhasilannya atau kisah jatuh bangunnya untuk meraih kesuksesan itu lah yang patut kita contoh dan jadikan perbandingan, bahwa hidup itu tak semudah yang kita duga.
Ketika aku menginjakkan kaki di Cendekia untuk pertama kalinya dan bertemu warga Cendekia khususnya teman seangkatan pada saat Masa Orientasi Siswa (MOS). Disitulah aku bertemu orang – orang luar biasa, yang mampu mengalahkan ratusan pesaingnya. Terbukti, dengan melihat cara belajar mereka yang sangat berbeda dariku, antusias mereka membuat ku tersadar aku juga harus semangat dan antusias.
Kali ini, aku ceritakan kisah temanku, ketika kelas XI semester II. Ia teman terbaikku. Aku tahu bakatnya sejak SMP, ia memang sangat memukau ketika membaca puisi, kemampuannya itu tidak diragukan lagi se-Cendekia. Ketika ada seleksi FLS2N (Festival Lomba Seni Siswa Nasional) pun ia diikutsertakan, dan terbukti ia mampu melewati itu dan lanjut ke tingkat Provinsi. Tapi sayang, takdir berkata lain. Jalannya bukan disitu. Ternyata Madrasah tidak boleh ikut serta dalam FLS2N, itu hanya untuk Sekolah Menengah Atas , bukan Madrasah Aliyah, itu sudah peraturan. Tapi ia tetap tegar, dan hasil dari ketabahan itu, ia mampu menjuarai berbagai perlombaan lain seperti Progess Biologi,Pidato Bahasa Inggris, dan perlombaan lainnya serta mengikuti event yang lebih bergengsi lagi, ia dan dua lainnya mengikuti Forum Pelajar Indonesia, dimana seluruh pelajar SMA/MAN se-Indonesia yang aktif serta inovatif dari seluruh provinsi Indonesia berkumpul di Jakarta Desember 2013 kemarin.
Tak hanya di bidang puisi, dibidang poster juga demikian, kisahnya seperti diatas. Padahal kami tak ada yang meragukan hasil gambarnya, yang memang jika kau melihatnya, kau akan melihat sisi lain dari manga. Tapi itulah takdir, kesedihan, pasti dirasakan. Tapi ia makin bersemangat untuk menciptakan karya yang lebih bagus, ia menganggap itu sebagai batu loncatan ia untuk lebih giat berlatih lagi. Dan lihat, kesabarannya berlatih membuatnya menjuarai berbagai perlombaan dibidang manga tersebut. Janji Allah memang benar.
Dan dari salah satu yang mengikuti Forum Pelajar Indonesia itu, ia pernah merasakan kisah yang lumayan pilu menurutku, ketika menginjakkan kaki di tingkat terakhir, ia terpilih untuk mewakilkan Madrasah dalam Kompetisi Sains Madrasah 2013 di bidang Ekonomi, bersama lima teman lainnya. Ia ditunjuk untuk menggantikan teman ku yang lain, dengan alasan yang aku tidak ketahui. Perlombaan itu akan diadakan September 2013, otomatis ia berjuang keras untuk mengejar materi dan berlatih dengan giat.
Ia tidak mengikuti Kegiatan Belajar Mengajar selama sebulan lebih. Bayangkan berapa banyak pelajaran yang tertinggal, ia tak seperti yang lain yang ketika pelajaran pokok seperti Matematika, Fisika, Kimia dan Biologi (Baca : Ekonomi, Sosiologi, Geografi, Matematika) masuk kelas, ia tetap di perpustakaan intensif olimpiade. Ketika ku tanyakan alasannya sederhana “Kita itu harus fokus we, aku ingin fokus dan memberikan yang terbaik untuk Cendekia” begitu kira – kira yang ia katakan.
Lalu waktu pun bergulir, perlombaan itu di undur. Dan kalian tahu, ketika Upacara Bendera, Kepala Sekolah mengumumkan bahwa yang diikutkan dalam perlombaan itu tetap nama pertama, bukan sang pengganti tersebut. Aku hanya bisa menghela napas panjang sembari melihatnya, ia tetap tersenyum. Tetap bersemangat dan turut menyemangatiku pula. Tak apa, itu bukan satu – satunya jalan untuk mencapai prestasi. Buktinya ia berhasil memenangkan perlombaan Ekonomi lainnya dan juga mengikuti FPI tersebut.
Kembali ke senior yang dua tingkat diatas ku. Aku sangat kagum padanya. Ia memang terkenal pintar, namun tak hanya pintar, akhlaknya juga baik. Ia bisa membuatku tersadar, bahwa dimana ada keinginan pasti ada jalan, semua bukan tergantung kepada bisa atau tidaknya kita, tetapi lebih kepada mau atau tidaknya kita.
Ia juga mampu memegang prinsip hidupnya ditengah peliknya kehidupan kota besar (Yogyakarta). Ia tidak ikut – ikutan kegiatan teman – temannya yang lain jika ia anggap kegiatan itu tidak sesuai prinsipnya. Ia tak peduli jika dibilang tidak gaul atau sebagainya, ia tetap memegang teguh prinsipnya. Itu jugalah yang membuatnya pindah kost-an tidak lagi bersama teman – teman tiga tahunnya. Ia lebih memilih bergabung dengan teman yang menurutnya seprinsip dengannya. Bukannya ia tak mengingatkan temannya itu, ia telah berulang kali mengingatkan, tapi perubahan itu tergantung kepada individu masing – masing kan.?
Itu tadi dari teman dan senior, ada satu guru yang sangat menginspirasi ku karena pengalaman hidupnya, ia memang terlihat keras dan tegas tapi sebenarnya hatinya lembut dan perhatian. Hidupnya penuh perjuangan, ketika kuliah ia tak pernah pulang, ia hanya baru pulag ketika ia wisuda. Dan ayahnya meninggal ketika beliau belum diwisuda. Dan ketika ia pindah di Jambi, dalam perantauan, ia tanpa siapa – siapa. Ia sosok yang hebat, yang mengajarkanku betapa kita harus patuh dan berbakti serta membahagiakan orang tua kita selagi kita sempat. Karena kita termasuk orang – orang yang beruntung.
Berbeda cerita dengan guru yang satu ini, beliau sangat lembut dan sabar dalam menghadapi siswa – siswinya yang terkadang suka tertidur saat ia mengajar. Sikapnya itu membuat semua murid menyukainya. Kerap kali kami merasa bersalah ketika kami tertidur dan seharusnya kami meminta maaf jutru beliau yang meminta maaf. Dan setahuku beliau telah menamatkan Program Master Pendidikannya jauh sebelum aku bersekolah disini. Tapi aku tak pernah melihat tulisan MPdi di nama lengkapnya. Kesabarannya terkadang membuatku tak mengerti mengapa aku tak bisa sesabar dirinya.
Kisah – kisah diatas aku rasa cukup untuk membangkitkan semangat kita untuk berbuat lebih baik lagi untuk orang – orang disekitar kita dan juga bagi diri sendiri. Berusaha untuk memberikan yang terbaik. Jangan menyerah atas apa yang membuat jalanmu terhambat. Ingat teman, Allah tak pernah tidur, Allah selalu memperhatikan usaha kita. Pasti ada balasan untuk usaha dan do’a – do’a kita. Jika tak dikabulkan langsung Allah menundanya sampai waktu yang paling tepat, atau Allah menggantinya dengan yang lebih baik. Kuncinya percaya.
Mungkin kau pernah menganggap hidupmu tak adil, atas semua yang kau alami. Tapi percayalah, itu keadilan dari Allah yang terbaik. Pasti selalu ada hikmah dari setiap peristiwa walaupun itu sebuah kegagalan. Terkadang kegagalanlah yang membuat kita bangkit dan mencoba berbuat lebih baik lagi untuk mencapai kesuksesan.
Seseorang pernah mengatakan kepada ku, kunci dalam menghadapi masalah, ialah sabar dan tawakkal serta bersikap dewasa. Walaupun praktiknya tak semudah mengucapkannya, setidaknya kita harus mencobanya. Maaf jika kisah ini tak tercerita dengan rinci,tapi semoga bisa menginspirasi kita semua.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar