My Life, My Adventure
biasa main tumblr. ini bukan blog tugas lagi kok :) mencoba membiasakan menulis. hidupku, petualanganku.
Minggu, 02 Oktober 2016
Selasa, 27 Oktober 2015
Taman Penginspirasi
Taman Penginspirasi
Ini adalah kumpulan kisah dari sepenggal kehidupan ku. Tapi bukan kisah tentangku. Tiga tahun ku di Cendekia, membuat ku menemukan banyak tokoh penginspirasi, karena pengalaman hidup mereka atau karena sifat dan sikap mereka.
Sebenarnya ini adalah kisah inspiratif kedua yang ku tulis, yang pertama ku buat itu, sang penginspirasinya belum menemukan akhir kisahnya, sehingga sulit untuk menemukan ending nya. Jadi kumpulan kisah inilah yang ku jadikan kisah inspiratif ku yang kedua.
Mungkin untuk kisah pembuka, akan sedikit ku ceritakan tentang senior ku, senior yang selalu memotivasiku dan tetap peduli dengan Cendekia walau sudah tak disini lagi. Saat di Cendekia, tindakannya penuh perhatian dan keiklashan. Seorang yang humoris dan tak pernah pandang bulu saat berteman, baik adik kelas atau pun kakak kelas. Sikap supelnya itu membuat ia akrab dengan berbagai orang. Ia tak pernah mengeluh mengayomi siswa - siswi di sekolah ini, walaupun prestasinya sempat anjlok karena hal itu. Tapi, lihat, kini ia dapatkan apa yang sepantasnya ia dapatkan dari keikhlasan dan sikap pedulinya.
Lain hal nya dengan seniorku yang lain, dari ceritanya tentang SNMPTN 2013 lalu, ia merasa orang – orang meremehkannya, atas nilai yang ia dapati yang katanya tak sesuai saat di SNMPTN-nya. (baca: PDSS) dengan perjuangannya yang sebenarnya. Tapi, Ia berjuang keras untuk membuktikan diri bahwa ia pantas. Lihat, ia dapatkan apa yang ia inginkan, bahkan hal yang orang banyak inginkan, kini terbungkam sudah mulut orang – orang yang sempat meremehkannya
Lalu, apa balasan dari sikap rendah hati bak padi yang kian berisi kian merunduk.? Ia dapatkan banyak kebahagiaan yang benar – benar diinginkan oleh setiap orang. Karena sikapnya tak pernah sombong, atas segudang prestasi yang ia dapatkan. Selalu berbagi atas apa yang bisa ia bagi, pengalamannya, kunci suksesnya. Dan bayangkan ia lulus di dua Universitas yang terkenal. Kini, ia ditempatkan di tempat yang sangat membuat hati iri.
Masih banyak lagi kisah lainnya, tapi mungkin hanya ini saja yang ku ceritakan di awal ini. Aku akan bercerita tentang Taman Penginspirasi. Mengapa judul ini taman penginspirasi? Kalau diibaratkan, taman itu adalah Cendekia, di taman ini ada lumut. Lumut itu kecil bahkan terkadang jadi bagian yang tak dianggap, tapi di masa lampau, lumut adalah tanaman perintis, ia kuat dan tangguh. Mampu bertahan pada cuaca dan suasana yang ekstrim. Begitulah di cendekia, penuh dengan orang orang kuat dan tangguh, yang mungkin kalau dilihat sekilas, sekarang, belum bisa menghasilkan sesuatu yang cukup berarti untuk bangsa dan agamanya, tapi kelak, mereka akan menjadi bagian penting dari pembangunan dan kemajuan dunia. Aku percaya itu.
Cukup sampai disitu, didalam kisah ini lah akan ku ceritakan beberapa orang tangguh nan luar biasa di cendekia, mengapa sebagian? Karena orang orang itu benar benar sangat menginspirasi saya, dan karena di sini semua orang – orangnya luar biasa, saya takut kertas ini tak akan bisa menguraikan kisah – kisah mereka satu persatu.
Maaf jikalau cerita ini tak terfokus kepada satu orang, karena jujur, sangat sulit untuk menentukan siapa orang yang benar – benar menginspirasi. Semua orang yang ku temui disini punya kisah luar biasa. Jadi, akan sedikit ku ceritakan orang – orang yang ku ketahui kisah hidupnya yang mampu menginspirasi kita semua.
Sebelumnya, mungkin yang kita tahu dari seseorang hanyalah gambaran luar kehidupannya, tak pernah tau bagaimana perjuangan ia sebenarnya. Tapi menurut saya, cukup mengetahui sifat dan sikap baiknya untuk mencapai keberhasilannya atau kisah jatuh bangunnya untuk meraih kesuksesan itu lah yang patut kita contoh dan jadikan perbandingan, bahwa hidup itu tak semudah yang kita duga.
Ketika aku menginjakkan kaki di Cendekia untuk pertama kalinya dan bertemu warga Cendekia khususnya teman seangkatan pada saat Masa Orientasi Siswa (MOS). Disitulah aku bertemu orang – orang luar biasa, yang mampu mengalahkan ratusan pesaingnya. Terbukti, dengan melihat cara belajar mereka yang sangat berbeda dariku, antusias mereka membuat ku tersadar aku juga harus semangat dan antusias.
Kali ini, aku ceritakan kisah temanku, ketika kelas XI semester II. Ia teman terbaikku. Aku tahu bakatnya sejak SMP, ia memang sangat memukau ketika membaca puisi, kemampuannya itu tidak diragukan lagi se-Cendekia. Ketika ada seleksi FLS2N (Festival Lomba Seni Siswa Nasional) pun ia diikutsertakan, dan terbukti ia mampu melewati itu dan lanjut ke tingkat Provinsi. Tapi sayang, takdir berkata lain. Jalannya bukan disitu. Ternyata Madrasah tidak boleh ikut serta dalam FLS2N, itu hanya untuk Sekolah Menengah Atas , bukan Madrasah Aliyah, itu sudah peraturan. Tapi ia tetap tegar, dan hasil dari ketabahan itu, ia mampu menjuarai berbagai perlombaan lain seperti Progess Biologi,Pidato Bahasa Inggris, dan perlombaan lainnya serta mengikuti event yang lebih bergengsi lagi, ia dan dua lainnya mengikuti Forum Pelajar Indonesia, dimana seluruh pelajar SMA/MAN se-Indonesia yang aktif serta inovatif dari seluruh provinsi Indonesia berkumpul di Jakarta Desember 2013 kemarin.
Tak hanya di bidang puisi, dibidang poster juga demikian, kisahnya seperti diatas. Padahal kami tak ada yang meragukan hasil gambarnya, yang memang jika kau melihatnya, kau akan melihat sisi lain dari manga. Tapi itulah takdir, kesedihan, pasti dirasakan. Tapi ia makin bersemangat untuk menciptakan karya yang lebih bagus, ia menganggap itu sebagai batu loncatan ia untuk lebih giat berlatih lagi. Dan lihat, kesabarannya berlatih membuatnya menjuarai berbagai perlombaan dibidang manga tersebut. Janji Allah memang benar.
Dan dari salah satu yang mengikuti Forum Pelajar Indonesia itu, ia pernah merasakan kisah yang lumayan pilu menurutku, ketika menginjakkan kaki di tingkat terakhir, ia terpilih untuk mewakilkan Madrasah dalam Kompetisi Sains Madrasah 2013 di bidang Ekonomi, bersama lima teman lainnya. Ia ditunjuk untuk menggantikan teman ku yang lain, dengan alasan yang aku tidak ketahui. Perlombaan itu akan diadakan September 2013, otomatis ia berjuang keras untuk mengejar materi dan berlatih dengan giat.
Ia tidak mengikuti Kegiatan Belajar Mengajar selama sebulan lebih. Bayangkan berapa banyak pelajaran yang tertinggal, ia tak seperti yang lain yang ketika pelajaran pokok seperti Matematika, Fisika, Kimia dan Biologi (Baca : Ekonomi, Sosiologi, Geografi, Matematika) masuk kelas, ia tetap di perpustakaan intensif olimpiade. Ketika ku tanyakan alasannya sederhana “Kita itu harus fokus we, aku ingin fokus dan memberikan yang terbaik untuk Cendekia” begitu kira – kira yang ia katakan.
Lalu waktu pun bergulir, perlombaan itu di undur. Dan kalian tahu, ketika Upacara Bendera, Kepala Sekolah mengumumkan bahwa yang diikutkan dalam perlombaan itu tetap nama pertama, bukan sang pengganti tersebut. Aku hanya bisa menghela napas panjang sembari melihatnya, ia tetap tersenyum. Tetap bersemangat dan turut menyemangatiku pula. Tak apa, itu bukan satu – satunya jalan untuk mencapai prestasi. Buktinya ia berhasil memenangkan perlombaan Ekonomi lainnya dan juga mengikuti FPI tersebut.
Kembali ke senior yang dua tingkat diatas ku. Aku sangat kagum padanya. Ia memang terkenal pintar, namun tak hanya pintar, akhlaknya juga baik. Ia bisa membuatku tersadar, bahwa dimana ada keinginan pasti ada jalan, semua bukan tergantung kepada bisa atau tidaknya kita, tetapi lebih kepada mau atau tidaknya kita.
Ia juga mampu memegang prinsip hidupnya ditengah peliknya kehidupan kota besar (Yogyakarta). Ia tidak ikut – ikutan kegiatan teman – temannya yang lain jika ia anggap kegiatan itu tidak sesuai prinsipnya. Ia tak peduli jika dibilang tidak gaul atau sebagainya, ia tetap memegang teguh prinsipnya. Itu jugalah yang membuatnya pindah kost-an tidak lagi bersama teman – teman tiga tahunnya. Ia lebih memilih bergabung dengan teman yang menurutnya seprinsip dengannya. Bukannya ia tak mengingatkan temannya itu, ia telah berulang kali mengingatkan, tapi perubahan itu tergantung kepada individu masing – masing kan.?
Itu tadi dari teman dan senior, ada satu guru yang sangat menginspirasi ku karena pengalaman hidupnya, ia memang terlihat keras dan tegas tapi sebenarnya hatinya lembut dan perhatian. Hidupnya penuh perjuangan, ketika kuliah ia tak pernah pulang, ia hanya baru pulag ketika ia wisuda. Dan ayahnya meninggal ketika beliau belum diwisuda. Dan ketika ia pindah di Jambi, dalam perantauan, ia tanpa siapa – siapa. Ia sosok yang hebat, yang mengajarkanku betapa kita harus patuh dan berbakti serta membahagiakan orang tua kita selagi kita sempat. Karena kita termasuk orang – orang yang beruntung.
Berbeda cerita dengan guru yang satu ini, beliau sangat lembut dan sabar dalam menghadapi siswa – siswinya yang terkadang suka tertidur saat ia mengajar. Sikapnya itu membuat semua murid menyukainya. Kerap kali kami merasa bersalah ketika kami tertidur dan seharusnya kami meminta maaf jutru beliau yang meminta maaf. Dan setahuku beliau telah menamatkan Program Master Pendidikannya jauh sebelum aku bersekolah disini. Tapi aku tak pernah melihat tulisan MPdi di nama lengkapnya. Kesabarannya terkadang membuatku tak mengerti mengapa aku tak bisa sesabar dirinya.
Kisah – kisah diatas aku rasa cukup untuk membangkitkan semangat kita untuk berbuat lebih baik lagi untuk orang – orang disekitar kita dan juga bagi diri sendiri. Berusaha untuk memberikan yang terbaik. Jangan menyerah atas apa yang membuat jalanmu terhambat. Ingat teman, Allah tak pernah tidur, Allah selalu memperhatikan usaha kita. Pasti ada balasan untuk usaha dan do’a – do’a kita. Jika tak dikabulkan langsung Allah menundanya sampai waktu yang paling tepat, atau Allah menggantinya dengan yang lebih baik. Kuncinya percaya.
Mungkin kau pernah menganggap hidupmu tak adil, atas semua yang kau alami. Tapi percayalah, itu keadilan dari Allah yang terbaik. Pasti selalu ada hikmah dari setiap peristiwa walaupun itu sebuah kegagalan. Terkadang kegagalanlah yang membuat kita bangkit dan mencoba berbuat lebih baik lagi untuk mencapai kesuksesan.
Seseorang pernah mengatakan kepada ku, kunci dalam menghadapi masalah, ialah sabar dan tawakkal serta bersikap dewasa. Walaupun praktiknya tak semudah mengucapkannya, setidaknya kita harus mencobanya. Maaf jika kisah ini tak tercerita dengan rinci,tapi semoga bisa menginspirasi kita semua.
daun yang jatuh.
daun kering yang jatuh tidak pernah membenci angin yang menjatuhkannya ..walau ia punya seribu ketakutan akan angin yang datang, namun ia tau , angin tak pernah bermaksud menghentikannya bergantung ria di atas sana, ia hanya yakin akan ada yang lebih baik dikehidupan bawah sana, ia pasrahkan semua pada angiin yang menggugurkannya :’)
Jangan Menangis Indonesia Ku.
Indonesia, negeri yang subur dan kaya raya sumber daya alamnya, tanah air yang selalu aku cintai, lahir dan batin. Malam ini aku termenung untuk sekedar memikirkan bagaimana nasib negeri ini kedepannya, mau kemana bangsa dengan berjuta pengharapan akan kehidupan makmur ini dibawa.? Negeri yang sedang berkembang dengan rakyat yang menggantungkan harapannya pada pemerintahan. Bertanya lagi aku dalam hati, apa kabar Indonesia ku kini.? Sempat aku melupakan tuk sejenak memikirkannya dan lebih memilih bergulat dengan tugas tugas kuliah ku yang kian hari kian menumpuk. Apa kabarnya bangsa ini.? Baik – baik sajakah kita.? Aku yang terkadang bosan memikirkan masa depan bangsa ini karna sudah muak dengan berita korupsi dimana – mana kembali menanyakan ini pada diriku sendiri.
Sedang apakah aku.? Aku seorang mahasiswa yang diharapkan rakyat ku dapat membelanya, tapi terkadang malah aku tak memikirkan nasib mereka. Aku yang dielu – elukan sebagai agen perubahan katanya, masih egois bergelut dengan nyamannya dunia kuliah, dibanding mendengar apa pinta masyarakat itu sendiri terhadap mahasiswa.
Salahkan aku yang memikirkan masa depanku di negeri ini.? Salahkah rakyat yang meletakkan harapannya di pundak mahasiswa.? Merenung aku, selama ini aku hanya menggantungkan semua pada pemerintah, karena benar pemerintah adalah sumber dari segala kebijakan dibuat. Kesejahteraan rakyat Indonesia ada di tangan pemerintah. Ah, aku salah. Aku terlalu percaya terhadap pemerintah, padahal dengan jelas, aku bisa lihat, bahwa mereka sedang tidak baik – baik saja. Aku sadar, Indonesia sedang mencoba bangkit, namun dengan adanya pemerintahan yang seperti ini, sungguh aku pun tau kalau sebenarnya hati merasa miris terhadap rakyat yang berharap banyak terhadap pemerintah.
Bagaimana mungkin aku mengatakan Indonesia baik – baik saja, sementara didekat ku, ada puluhan masalah meminta penyelesaian. Aku lihat generasi muda dibawah ku, dimana masanya mereka menginginkan hiburan yang layak lewat suatu media bernama televisi, namun malah dicekoki dengan cerita yang tak bermoral sama sekali. Bagaimana bisa pemerintah tetap membiarkan sesuatu yang bahkan anak – anak Sekolah Dasar pun enggan menontonnya bahkan mengkritisinya.?
Negeri yang katanya subur kini, perlahan terkikis kesuburannya, akibat kerakusan orang – orang besar diatasnya. Pemerintah dari rakyat, oleh rakyat dan untuk rakyat katanya, tapi apa.? Di sisi mana kita bisa lihat pemerintahan yang pro rakyat.?
Mungkin pemerintah sedang tertidur.
Pemerintah terlihat sangat ingin sekali, mewujudkan tujuannya yang termaktub dalam undang undang, pemerintah ingin mencerdaskan kehidupan bangsa, dengan memberlakukan sistem pendidikan yang luar biasa hebatnya, namun mereka lupa menanamkan nilai kejujuran didalam sana. Bagaimana bisa mereka tetap bertahan dengan sistem pendidikan itu tanpa menyelidik lanjut, siapa pengedar kunci – kunci jawaban soal ketika ujian nasional.? Lalu, pemerintah kemudian mencoba menanamkan kejujuran lewat pendidikan moral pancasila, atau pendidikan kewarganegaraan, namun dengan bodohnya membiarkan praktisi praktisi negara ini bertindak semena – mena terhadap “kejujuran”. Ah, aku tak habis pikir, kenapa manusia bisa begitu rakus ketika mereka sudah mempunyai lebih apa yang mereka inginkan.? Tetap saja mencoba cari – cari alasan untuk menggembungkan kantong mereka sendiri.
Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. Keadilan dijunjung tinggi katanya, tapi pihak atas sana seperti salah mengartikan arti kata adil tersebut. Adil tak selalu sama rata, adil akan lebih indah jika itu diberikan sesuai porsi. Bagaimana bisa kau berikan hukuman yang lebih berat kepada nenek yang hanya mengambil beberapa kayu dengan illegal dibanding pejabat yang makan uang rakyat milyaran bahkan triliyunan rupiah.? Terkadang hati iba, dan bertanya – tanya. “Kapan pemerintah bangun.?”
Kapan pemerintah berhenti untuk sekedar memberi janji - janji dan harapan kepada rakyat miskin yang hanya berpikir untuk makan hari ini, sementara harta mu tak habis tujuh turunan.?
Apa yang akan kau katakan pada pendahulu mu yang dulu berjuang memerdekakan negeri ini sementara kau masih menjajahnya.?
Apa yang bisa kau lakukan kepada anak – anak yang berjuang menuntut ilmu di desa tertinggal di pelosok Indonesia ini, kepada anak – anak yang tidur di kolong jembatan, pengemis disudut kota. Apa.? Apa yang bisa kau lakukan kepada mereka yang berharap kepada pemerintah.?
Apa yang kelak kan kau ceritakan pada Tuhan Mu atas tanggung jawab yang telah dibebankan kepada mu, wahai punggawa pemerintahan.?
Hari kini sudah pagi, terlihat sang mentari bersemangat menyinari sudut kota di Indonesia ku ini. Semalaman aku memikirkan nasib bangsa dan menuangkan opini ku dalam secarik kertas ini. Kini aku tak boleh hanya mengkritik mereka, tidak. Aku harus jua berusaha, menjadi apa yang seharusnya mahasiswa itu lakukan untuk rakyatnya.
Matahari sedang bersinar sangat terik. Apakah ini sudah cukup untuk membangunkan mereka yang mungkin terlena dengan indahnya kekuasaan.?
Apa perlu ada tangisan dari langit yang menyadarkan mereka kalau negeri yang mereka pimpin ini sedang tidak baik – baik saja.? Tidak, kau tidak perlu tunggu tangisan dari langit untuk menggambarkan kesedihan Ibu Pertiwi, karena sesungguhnya akan ada ratusan bahkan ribuan patriot yang akan mengembalikan senyum ibu pertiwi sehingga tanah air ku tak perlu deraian air mata dari langit. Siapakah patriot tersebut.? Mahasiswalah harapan rakyat, lihatlah rakyat mu, jangan kau gantungkan nasibmu hanya pada pemerintah karena mungkin kini mereka sedang tuli, mungkin mereka buta dengan apa yang ada disekitar. Tapi kau mahasiswa, bergeraklah, berjuang demi senyuman Ibu pertiwi.
Hidup Mahasiswa Indonesia ! Kau tak boleh menangis wahai Indonesia ku.
Gadis Itu
Terduduk lesu,
Seorang gadis ,
Ditengah keramaian manusia,
Sendiri,
Di sudut kota,
Di malam yang gemerlap oleh cahaya lampu neon yang terpasang di sepanjang jalannya,
Ia diam,
Sambil terus menunduk,
Entah apa yang dilihatnya,
Namun ia mulai menggumam,
Sangat pelan,
Memastikan tak akan ada yang dengar apa yang ia keluhkan,
Ia mengeluh kepada tuhannya,
Ya seperti ini kiranya : “ tuhaaan, apa yang terjadi dengan dunia mu ini?”
Seolah merasa tuhan menjawab tanyanya,
Ia kembali meneruskan “dunia mu begitu berbeda, dengan manusia manusia luar biasa didalamnya, dunia mu terasa amat gersang”
Ia diam,
Hening,
Dengan orang tetap lalu lalang didepannya.
Dilanjutkannya “dunia mu begitu hebat, kemajuan yang ada begitu pesat, ahh aku tak bisa mengikuti lajunya”
Ia hampir berteriak,
Namun segera sadar,
Orang orang yang lalu lalang sedari tadi,
Pasti akan lebih heran,
Apa yang dilakukan gadis ini tanpa baju hangat, ditengah musim dingin ini.
Ia tetap melanjutkan percakapannya dengan tuhannya,
Ia rasa hanya tuhan yang mengerti, pasti.
“Bagaimana bisa Tuhan, aku yang seperti ini, aku yang ingin bersosialisasi, kini tidak bisa lagi memasuki kawanan kawanan manusia, manusia terasa begitu asing, apa yang mereka lakukan kini sangat aneh,”
“Bagaimana bisa, ketika sekelompok orang berkumpul, mereka tak bercengkrama, tapi saling diam, hening, mereka senyum bahkan tertawa sendiri dengan apa yang ditangannya”
“dunia mu tak lagi senyaman dimana aku bisa bermain sepulang sekolah dengan mereka yang benar benar nyata, tak hanya raganya namun juga pikirannya yang berada di tempat aku bermain”
Seorang gadis ,
Ditengah keramaian manusia,
Sendiri,
Di sudut kota,
Di malam yang gemerlap oleh cahaya lampu neon yang terpasang di sepanjang jalannya,
Ia diam,
Sambil terus menunduk,
Entah apa yang dilihatnya,
Namun ia mulai menggumam,
Sangat pelan,
Memastikan tak akan ada yang dengar apa yang ia keluhkan,
Ia mengeluh kepada tuhannya,
Ya seperti ini kiranya : “ tuhaaan, apa yang terjadi dengan dunia mu ini?”
Seolah merasa tuhan menjawab tanyanya,
Ia kembali meneruskan “dunia mu begitu berbeda, dengan manusia manusia luar biasa didalamnya, dunia mu terasa amat gersang”
Ia diam,
Hening,
Dengan orang tetap lalu lalang didepannya.
Dilanjutkannya “dunia mu begitu hebat, kemajuan yang ada begitu pesat, ahh aku tak bisa mengikuti lajunya”
Ia hampir berteriak,
Namun segera sadar,
Orang orang yang lalu lalang sedari tadi,
Pasti akan lebih heran,
Apa yang dilakukan gadis ini tanpa baju hangat, ditengah musim dingin ini.
Ia tetap melanjutkan percakapannya dengan tuhannya,
Ia rasa hanya tuhan yang mengerti, pasti.
“Bagaimana bisa Tuhan, aku yang seperti ini, aku yang ingin bersosialisasi, kini tidak bisa lagi memasuki kawanan kawanan manusia, manusia terasa begitu asing, apa yang mereka lakukan kini sangat aneh,”
“Bagaimana bisa, ketika sekelompok orang berkumpul, mereka tak bercengkrama, tapi saling diam, hening, mereka senyum bahkan tertawa sendiri dengan apa yang ditangannya”
“dunia mu tak lagi senyaman dimana aku bisa bermain sepulang sekolah dengan mereka yang benar benar nyata, tak hanya raganya namun juga pikirannya yang berada di tempat aku bermain”
ia ingin terus bercerita,
namun ternyata,
malam itu benar,
dingin,
kalau gadis itu tahu,
suhu malam ini sangat dingin,
ia pasti tak kan keluar rumah tanpa baju hangat.
namun ternyata,
malam itu benar,
dingin,
kalau gadis itu tahu,
suhu malam ini sangat dingin,
ia pasti tak kan keluar rumah tanpa baju hangat.
beranjak dari tempat ia duduk,
ia memutuskan untuk pulang,
sepanjang jalan,
ia tetap terus bercerita,
“aku ingin bermanfaat, tapi aku terhalang dengan teknologi, aku bukan tak mau tuhan, tapi aku tak bisa paksakan semesta ku untuk bisa ikuti arus dunia global ini, aku sadar, kini manusia tanpa teknologi bukan apa – apa, tapi aku juga tak bisa paksakan lebih dari raga ku ini, aku juga masih ingin kumpul yang nyata.”
“Maaf jikalau aku merasa dunia mu kini kejam, abad 21 ini belum bisa ku terima, aku tunggu semesta mendukung ku Tuhan, mungkin aku bisa ikuti pergerakan dunia ini, walau aku tak tahu kapan”
ia memutuskan untuk pulang,
sepanjang jalan,
ia tetap terus bercerita,
“aku ingin bermanfaat, tapi aku terhalang dengan teknologi, aku bukan tak mau tuhan, tapi aku tak bisa paksakan semesta ku untuk bisa ikuti arus dunia global ini, aku sadar, kini manusia tanpa teknologi bukan apa – apa, tapi aku juga tak bisa paksakan lebih dari raga ku ini, aku juga masih ingin kumpul yang nyata.”
“Maaf jikalau aku merasa dunia mu kini kejam, abad 21 ini belum bisa ku terima, aku tunggu semesta mendukung ku Tuhan, mungkin aku bisa ikuti pergerakan dunia ini, walau aku tak tahu kapan”
OPINI PICISAN
menurut aku (iya aku, seseorang yang tidak menjalankan sosialisasi tentang kampus ku kepada tempat asalku tercinta ? iya anggap saja tercinta) yang mungkin dipikirkan mereka (aku nggak suudzon, ini efek hiperbola) aku hanya duduk duduk santai sementara mereka berteriak berkeliling Jambi,
seharusnya kita membuat siswa siswi kelas 12 khususnya menjadi aktif, aktif untuk mencari tahu tentang kampus yang akan mereka tuju kelak, sekarang dunia sudah canggih, informasi dapat diperoleh sambil tiduran -_- jadi kita sosialisasi, boleh,? iya boleh, menurut aku sosialisasi itu seharusnya memperkenalkan mereka terhadap kampus kita, secara tidak mendetail, kalo mendetail, pikir sendiri lah butuh waktu berapa lama, di sosialisasi itu seharusnya kita mengajak mereka, menginspirasi mereka agar turut bergabung bersama kita, lalu kita berbagi pengalaman, itu ! itu yang penting ! kalo sekedar untuk nanya jumlah peminat, apa yang dipelajari, dan hal hal sampah lainnya yang seharusnya bisa dicari sendiri (disini kita tekankan hal yang lebih detailnya, biasanya kan kalo sesi tanya jawab ada juga yang nanya2 tentang fakultas atau jurusan yang akan dituju) ngga perlu lah, capek sendiri kita nya -__- apalagi hal yang ditanyakan memang sudah tersedia ketika kau ketikkan kata kunci di mbah google, berhentilah membuat lelah diri sendiri, walau aku tau, kalian tidak lelah (maaf, disini posisi saya bukan admin akun tanya jawab) kalian sangat ingin berbagi, namun menurut aku, IYA MENURUT AKU, berbagilah yang seharusnya dibagi, kalo INFO itu, seharusnya siswa kelas 12 bisa cari sendiri kok, aku dulu juga gitu, kadang kadang aja nanya :v
tapi buat pelajaran detail bla bla bla, aku cari sendiri :v
AYO YANG DIBAGI ITU PENGALAMAN, dan kita MENGAJAK dan MENGINSPIRASI mereka, bukan jadi sebuah MESIN PENCARI, yaa itu tepatnya, SEKALI LAGI, INI HANYA OPINI PICISAN :p
seharusnya kita membuat siswa siswi kelas 12 khususnya menjadi aktif, aktif untuk mencari tahu tentang kampus yang akan mereka tuju kelak, sekarang dunia sudah canggih, informasi dapat diperoleh sambil tiduran -_- jadi kita sosialisasi, boleh,? iya boleh, menurut aku sosialisasi itu seharusnya memperkenalkan mereka terhadap kampus kita, secara tidak mendetail, kalo mendetail, pikir sendiri lah butuh waktu berapa lama, di sosialisasi itu seharusnya kita mengajak mereka, menginspirasi mereka agar turut bergabung bersama kita, lalu kita berbagi pengalaman, itu ! itu yang penting ! kalo sekedar untuk nanya jumlah peminat, apa yang dipelajari, dan hal hal sampah lainnya yang seharusnya bisa dicari sendiri (disini kita tekankan hal yang lebih detailnya, biasanya kan kalo sesi tanya jawab ada juga yang nanya2 tentang fakultas atau jurusan yang akan dituju) ngga perlu lah, capek sendiri kita nya -__- apalagi hal yang ditanyakan memang sudah tersedia ketika kau ketikkan kata kunci di mbah google, berhentilah membuat lelah diri sendiri, walau aku tau, kalian tidak lelah (maaf, disini posisi saya bukan admin akun tanya jawab) kalian sangat ingin berbagi, namun menurut aku, IYA MENURUT AKU, berbagilah yang seharusnya dibagi, kalo INFO itu, seharusnya siswa kelas 12 bisa cari sendiri kok, aku dulu juga gitu, kadang kadang aja nanya :v
tapi buat pelajaran detail bla bla bla, aku cari sendiri :v
AYO YANG DIBAGI ITU PENGALAMAN, dan kita MENGAJAK dan MENGINSPIRASI mereka, bukan jadi sebuah MESIN PENCARI, yaa itu tepatnya, SEKALI LAGI, INI HANYA OPINI PICISAN :p
ANONIM
Terkadang, untuk melakukan sebuah perubahan besar, cukup dengan hanya melakukan perbuatan kecil, NAMUN, niatkan ikhlas demi menebar manfaat kepada sesama, dan karena Allah ta'ala. dan kontinyu. :)
Langganan:
Postingan (Atom)